Psikologi klinis artinya adalah pemeliharaan jiwa.
Penggunaan kata psikologi klinis masih dianggap sangat meluas, karenanya
setiap konsentrasi suatu pembahasan memerlukan pemahaman yang dalam di bidang tsb, sebagai contoh mengkaji hal-hal terkait keabnormalan dan penyimpangan maka psikologi mempelajari secara khusus pembahasan tentang psikologi abnormal.
PSIKOLOG HARUS MEMAHAMI MASALAH DAN MENCARI SOLUSI YANG
TEPAT (jika klien meminta nasehat atau saran) SEBAB PEMECAHAN MASALAH YANG
KURANG TEPAT KEPADA KLIEN DAPAT MENYEBABKAN PRILAKU MALADAPTIF.
Memahami masalah klien merupakan hal yang paling utama bagi seorang psikolog, hal tsb
mencangkup ( mendengar, peka membaca bahasa tubuh dan tidak berprasangka atas diri
klien) karen pasien psikologi klinis lebih banyak yang mengalami gangguan mental
seperti Schizophrenia, Maniak, Obsesif Kompulsif, Histeria dsb. Psikolog klinis lebih
memberikan intervensi berupa terapi perilaku pada kliennya, oleh sebab itu jika
memiliki masalah mental yang berat, perlu dirujuk terlebih dulu kepada seorang psikiater. Tujuan
psikiater memberikan obat kepada klien agar prilaku klien dapat terkendali, sehingga bisa di terapi dengan terapi prilaku (sebab dalam hal ini pengaruh obat hanya berefek simultan
dibandingkan dengan terapi prilaku)
PERAN PSIKOLOGI KLINIS yakni ; Pelaksana Terapi, Assessment,
Mengajarkan Tema Pemeliharaan Kesehatan Jiwa, Memberikan Konsultasi,
Administrasi dan Melakukan Penelitian.
Melakukan Psikoterapi sama dengan memberikan terapi psikologis.
PRINSIP DASAR DALAM TERAPI ADALAH, membangun hubungan tanpa tendensi dan lebih
professional (harus menghindarkan diri dari hubungan yang bersifat emosional)
sebab dapat membuat psikolog menjadi tidak objektif dalam memahami masalah
klien. Selanjutnya klien yang ditangani akan dibantu mengenali hal positif yang ia miliki. Dengan demikian peranan Psikolog dapat membantu klien yang memerlukan solusi untuk
permasalahan yang ia hadapi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar